PLARIUSMODIFIKASI101

Bidadari Yang Menghilang

Monday, June 3, 2019
Elisa begitu aku memanggilnya, gadis manis elok nan rupawan. Buatku dia adalah sesosok malaikat kecil, Sang Bidadari yang sanggup terangkan kegelapan dan kini ia tlah menjadi penerang untuk jalanku yang tadinya sedikit tanpa arah.

Bidadari Yang Menghilang
Bidadari Yang Menghilang via deviantart
Ini kisahku. . . .
Seperti kebiasaan orang mengisi waktu paginya dengan seteguk Teh hangat atau secangkir kopi pahit dengan sedikit cemilan. Ahhh. . . tapi rasanya semua itu belum lengkap tanpa membaca kabar berita hari ini.

Masih saja ku tunggui langganan tukang koran yang selalu rajin menghantarkannya ke rumahku.
Akhirnya tak berselang lama datang juga yang kutunggu-tunggu. Belum sampai depan teras sudah ku sambut dengan sedikit kata berbau emosi. .

"Bang, ko datangnya telat sih?"

maaf mas, agak telat datangnya, soalnya tadi masih nungguin bos. sedikit pembelaannya yang terlontar dari mulut Tukang koran tersebut. Pikirku masa bodo lah, yang penting aku masih bisa menyempatkan diri membaca kabar berita hari ini sebelum mengawali aktifitas perkuliahanku yang Padat. Hari itu nampak lain, kulihat kabar berita tak satupun membuat pikiranku tertarik untuk sedikit saja membacanya, terlihat basi dan biasa saja. Ku buka lembar demi lembar, sampai akhirnya aku melihat sebuah rubrik yang membuatku sedikit tertarik. yah sebuah rubrik Halaman biro jodoh. . sebenarnya aku paling anti dengan publikasi nomor handphone secara terang-terangan, tapi mau gimana lagi, itu syarat utama yang harus di penuhi dalam rubrik tersebut jika ingin mencari pasangan.

Mungkin rasa jenuh setelah putus dengan pacarku terdahulu, membuat kelakuanku sedikit terlihat aneh, termasuk keisenganku mencantumkan nama, nomor handphone beserta kegiatan atau aktifitasku saat ini pada sebuah koran harian tersebut. Satu dua hari aku belum melihat reaksi apa-apa. Handphoneku masih sunyi dari panggilan masuk orang-orang yang tak kukenal. Sampai pada hari ketiga saat aku masih memejamkan mata ini, terdengar beberapa kali nyaring bunyi ringthone dari arah handphoneku yang kutaruh disamping tempat tidurku terasa memekik telinga. Masih sedikit malas mengangkat telephone karena jiwa yang terasa belum menyatu dengan raga, rupanya ngantuk masih saja membuatku malas untuk beranjak dari tempat tidurku.

Tetapi perlahan aku mulai mengarahkan tanganku, mengambil Handphone yang kutaruh di samping tempat tidurku. .

"Ahhh siapa sih pagi-pagi udah nelfon"

gerutu aku dalam hati kecilku.

Halo bisa bicara dengan Andra. . . ???terdengar suara yang begitu halus, bayangan yang terlintas di benakku adalah sesosok cewek cantik, nan lembut. Sedikit aku tercengang dan mengira itu adalah telfon nyasar alias salah sambung. Tapi tak lama kemudian aku menjawab dengan nada lirih "ini siapa yah. . . . ???"

tanpa menunggu lama gadis itu merespon pertanyaanku" Nama aku Elisa, kamu Andra yah. . ?? boleh kenalan ga? aku dapet nomor kamu dari koran, waktu aku iseng baca-baca berita barusan, aku test eh ternyata nyambung juga. "Dari situ barulah ku tersadar, mataku langsung terbelalak dan tanpa rasa ngantuk lagi ku ladeni percakapanya.

Pikirku toh niat baiknya untuk sekedar berkenalan saja masa harus ku tolak. Setelah lama ngobrol ngalor-ngidul dan saling memperkenalkan diri, aku merasa sedikit dekat dengannya, mungkin karena pembawaan gadis itu yang begitu ceria, bersahabat dan nyambung.

Setelah 2 sampai 3 kali aku berhubungan melalui telefon, kamipun  memutuskan untuk ketemuan di suatu tempat. Memang waktu itu aku tidak berani ketemu dengannya sendirian, lalu akupun memutuskan untuk mengajak 2 orang sahabatku. saat dia menegurku aku kaget, karena kulihat sosok gadis yang begitu terlihat menarik. aku langsung suka pada awal pandangan pertama. Namun saat yang kulihat pertama kali kekecewaan terlintas di raut wajahnya, aku sedikit paham, mungkin karena aku datang tidak sendirian, sehingga suasananyapun jadi agak berbeda. tapi tak lama aku langsung meminta maaf, beruntunglah ia seorang gadis yang sangat pengertian jadi semuanya tak di permasalahkan

Waktu terasa berjalan begitu cepat, tanpa terasa hari sudah menjelang sore, akhirnya kusudahi pertemuan ini, toh besok atau lusa masih ada waktu untuk berjumpa kembali. sesampainya di rumah aku tak lupa menghubungiya dan menanyakan apakah dia sampai dirumah dengan selamat, sedikit lega karena ternyata ia sudah sampai di rumah sebelum aku sampai duluan. Setelah itu aku sempat menjadi pendengar yang baik lewat telephone genggamku ketika di melakukan pembicaraan yang agak serius, rupanya dia ingin berterus terang jika ia ternyata menyimpan perasaan yang begitu spesial kepadaku. setelah mendengar langsung dari bibir tipisnya bahwa ia ternyata menyukaiku, ekspresi senang tanpa sadar menyelimutiku. . dengan girangnya ku meloncat. . . . yah. . . gayung pun bersambut" tetapi tak lama kemudian aku kaget bukan main, ternyata di akhir pengucapanya ia mengungkapkan kejujuranya bahwa ia sudah mempunyai belahan jiwa yang lain. semenjak itu aku jadi tak berharap banyak kepadanya.

Sampai suatu ketika ia mengajakku untuk bertemu, rupanya pertemuan itu dilandasi dengan sebuah akar permasalahan yang sedang terjadi antara dirinya dan pacarnya. Aneh, , , dia mengajakku bertemu di tempat yang tidak biasa, malam itu di suatu cluub atau discotique, aku bersama kedua sahabatku pergi ke sana. Rupanya dia sedang ada masalah yang berat sehingga ia memutuskan untuk melakukan pertemuan dennganku di sebuah Cluub malam. "kamu aneh. . . !! kenapa kita mesti ketemu di tempat seperti ini sih?"

Aku lagi stres nih, cowok aku brengsek, , , " itulah sedikit kata yg terucap dari mulutnya, tetapi aku tidak mau bertanya lebih, karena pikirku aku tak mau mencampuri urusannya. Aku mengira kalau dia adalah perempuan glamour, dan suka dengan minuman penghangat, tak lama kemudian aku memangil Waitress untuk memesan sedikit minuman penghangat. Tetapi ia menolak, aku tidak biasa minum alkohol, aku minta orange juice aja" katanya. Baiklah akan segera ku pesan untukmu. tak lama kemudian akupun memesan 1 orange juice dan 2 botol bear. Setelah itu Aku bersama dia dan kedua temanku ikut Larut dalam suasana cluub yang semakin malam semakin panas.

tak lama berselang ia kemudian menggandeng kedua lengankku dan mengajakku ke tengah untuk joget, sampai aku betul2 nervous saat ia spontan memelukku seraya berbisik,

"Aku adalah aku, aku tak bisa menjadi seperti dirimu, aku bukan  bagian dari dirimu, tetapi hari ini ijinkan aku menghuni relung hatimu yang kosong. Diandra, , Hari kemarin adalah masa laluku jika hari ini aku dekat denganmu itu merupakan hal yang indah buatku, dan jika aku bisa mencintaimu kelak dengan sepotong hati ini yang dalam keadaan terluka, maafkan aku karena tak sempat engkau memiliki kepingan hati ini dalam keadaan sempurna. namun jika engkau mau menerimanya adalah sebuah anugerah yang besar. Dalam keadaan tersayat kutitipkan sekeping hati kepadamu dengan harapan engkau bisa mengobati luka lamaku. Aku percaya kepadamu, karena aku percaya dengan naluriku.

Hari kemarin aku mulai mengagumimu dan hari ini aku belajar mencintaimu. Harapanku hanya satu, janganlah engkau seperti masa laluku yang penuh dengan kedustaan".

Kemudian kutatap wajahnya, aku melihat goresan luka yang begitu mendalam tersirat dari wajahnya, tetesan air mata itu sudah cukup membuatku yakin, bahwa ia teramat sangat kecewa dengan masa lalunya, dengan kekasih hatinya itu

Ku rangkul pundaknya, perlahan ku usap air matanya, saat itu aku tak peduli dengan suara musik DJ yang memecah telinga aku tak memperhatikan seelilingku, bahkan aku menganggap yang ada hanyalah aku denganya tanpa ada seorangpun di sekelilingku.

"Elisa. . . Kemarin adalah sebuah kenangan, engkau harus bangun dengan semangatmu hari ini, dan hidup untuk hari esok. Kita tidak akan pernah tau akan arti dari sebuah perjuangan tanpa adanya kegagalan. Kita tak akan pernah mengerti Makna hidup ini tanpa kegagalan, dan tak akan menjadi lebih bijak tanpa menemukan kegagalan. Hari ini engkau titipkan hatimu di relung jiwaku, dalam keadaan luka parah. Aku tak tau apakah aku mampu, untuk mengobati luka-lukamu itu, tetapi aku kan berusaha seampu aku bisa. Aku berjanji, kan ku kembangkan sayap putihmu untuk bisa kau kepakkan kembali. Suatu saat kau bisa ajak aku untuk terbang ke nirwana cintamu. Syorga tempat kita bernaung. Pada langit ku kanfaskan namamu, pada udara ku alirkan energi Cinta kita. agar dunia tau bahwa engkau adalah permaisuriku.

Akupun mencintaimu, walaupun hari kemarin aku tak ingin berharap banyak pada cintaku kepadamu yang sudah berpunya. . Namun hari ini aku yakin, Tuhan anugerahkan kepada kita sebuah cinta, untuk kita jaga, kita bina dan kita pelihara.

Aku bukanlah masa lalumu, aku adalah masa depanmu, karena aku tak pernah punya kenangan indah bersamamu, apalagi kenangan pahit dan tak pernah terlintas dalam benakku akan menjadi seperti masa lalumu.

Aku tak sama dengan dirinya, aku tak sama dengan masa lalunya. Aku lahir dari kemiskinan cinta, Aku hidup dengan kekrisisan kasih sayang. Namun aku tak pernah mengemis cinta, jika hari ini aku ditakdikan untuk itu, maka aku hanya akan mengemis cinta untuk saat ini saja dan hanya kepadamu.
Aku adalah masa depan yang kau percayakan. Aku kan menjadi payung dalam goresan luka lamamu, kan ku obati sebisa aku mampu. kan ku satukan kepingan hatimu yang retak oleh masa lalumu.

"Diandra. terimakasih atas apa yang kau ungkapkan, dan kuyakin  tuturmu itu keluar dari lubuk hatimu yang paling dalam, hari ini lukaku sedikit terobati, dan ku yakin esok kan kembali seperti semula"